Dalam upaya mengurangi kecanduan gadget pada anak-anak, tim pengabdian kepada masyarakat dari Prodi Tadris Fisika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melaksanakan program inovatif berbasis Litapdimas (Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat). Tema dari kegiatan ini adalah “Pendampingan Pengenalan Permainan Tradisional untuk Mengurangi Kecanduan Gadget pada Anak SDN 94/IV Kota Jambi”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa SDN 94/IV Kota Jambi sebagai alternatif yang menyenangkan dan mendidik.

Kegiatan yang berlangsung selama bulan November hingga Desember ini melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6. Berbagai permainan tradisional seperti engklek, congklak, egrang, dll diajarkan dengan pendekatan interaktif. Selain mengenalkan permainan, tim juga menjelaskan nilai-nilai positif yang terkandung, seperti kerja sama, kejujuran, kreativitas, dan pentingnya aktivitas fisik.
Ketua tim pengabdian, Dr. Boby Syefrinando, M.Si, menyampaikan, “Kami percaya bahwa permainan tradisional adalah warisan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu membangun karakter anak. Dengan kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat mengurangi ketergantungan pada gadget dan lebih aktif secara sosial.”
Selain itu, program ini juga melibatkan guru-guru SDN 94/IV dalam sesi pelatihan agar mereka dapat terus melanjutkan pembelajaran permainan tradisional di sekolah. Kepala sekolah menyambut baik kegiatan ini. “Kami berterima kasih atas perhatian dan kontribusi tim pengabdian kepada masyarakat. Anak-anak terlihat sangat antusias, dan kami siap mendukung program ini ke depannya,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, dapat menjaga kelestarian budaya lokal sambil mengurangi dampak negatif dari penggunaan teknologi yang berlebihan.
Di setiap kegiatan, maisng-masing siswa diberi kesempatan untuk menunjukkan keterampilan mereka dalam permainan tradisional yang telah dipelajari. Raut wajah ceria dan tawa lepas anak-anak menjadi bukti keberhasilan program ini.

“Kami ingin menghidupkan kembali kegembiraan sederhana dari permainan tradisional, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal,”