Tadris Fisika
Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Tadris Fisika
Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Sejarah Singkat

Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Sejarah Program Studi Tadris Fisika tidak terlepas dari upaya Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik bidang Fisika di Provinsi Jambi. Pada saat itu, kebutuhan guru Fisika pada sekolah dan madrasah belum sepenuhnya didukung oleh tenaga pendidik yang memiliki latar belakang pendidikan Fisika sekaligus kompetensi kependidikan. Kondisi tersebut menjadi dasar pengembangan Program Tadris di lingkungan IAIN STS Jambi.

Cikal Bakal Program Tadris

Cikal bakal Program Studi Tadris Fisika dimulai pada Tahun Akademik 1983/1984, ketika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN STS Jambi, atas prakarsa pimpinan fakultas Drs. Amir Faisol, M.Ed., Drs. Usman Abu Bakar, Drs. Muntholib SM., dan Drs. Mukhtar Damsyah, membuka Program Sarjana Muda Tadris yang meliputi Tadris Fisika, Tadris IPA, Tadris IPS, dan Tadris Bahasa Inggris.

Program tersebut menghasilkan lulusan Sarjana Muda (BA) pada Tahun Akademik 1986/1987 dan 1987/1988. Selanjutnya, pada Tahun Akademik 1988/1989, Program Sarjana Muda Tadris digabungkan ke Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan kebijakan Rektor IAIN STS Jambi, Dr. H. M. Chatib Quzwain. Mahasiswa yang belum menyelesaikan studi dikonversi, sedangkan lulusan Sarjana Muda melanjutkan ke Program S-1 Jurusan PAI.

Pembukaan Kembali Jurusan Tadris

Seiring meningkatnya kebutuhan guru madrasah di Provinsi Jambi, Jurusan Tadris kembali dibuka pada Tahun Akademik 1999/2000. Pembukaan tersebut merupakan hasil musyawarah antara pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN STS Jambi dengan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jambi. Pada saat itu, Fakultas dipimpin oleh Prof. Dr. Muntholib SM., MS. sebagai Dekan dan Drs. Husni El Hilali sebagai Pembantu Dekan I. Dari Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jambi terlibat Drs. Mukhtar Shamad sebagai Kakanwil, Drs. H. As’ad Syam sebagai Kabid Pergurais, dan Drs. Ahmad Madani sebagai Kabid Pendais.

Pada Tahun Akademik 1999/2000, Jurusan Tadris mulai menerima mahasiswa baru dan mengurus izin penyelenggaraan program studi. Legalitas kemudian diperoleh melalui Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Nomor DJ.II/240/2002 tanggal 12 Juli 2002 tentang penyelenggaraan program studi pada IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Keputusan tersebut menetapkan empat program studi, yaitu Tadris Matematika, Tadris Fisika, Tadris Biologi, dan Tadris Bahasa Inggris.

Pada masa awal penyelenggaraannya, Jurusan Tadris Program S-1 dipimpin oleh Drs. Fakhrurrozi Rusli sebagai Ketua Jurusan dan Kholid Musyaddad, S.Ag., M.Ag. sebagai Sekretaris Jurusan. Program Studi Tadris Fisika mulai menyelenggarakan kegiatan akademik pada September 2002.

Perkembangan Program Studi dan Kepemimpinan

Pada Tahun Akademik 2003/2004, Jurusan Tadris dipimpin oleh Drs. Habibuddin Ritonga, MA sebagai Ketua Jurusan dan Dra. Risnita, M.Pd. sebagai Sekretaris Jurusan. Pada periode ini, perkembangan kebutuhan guru pada sekolah dan madrasah mendorong penguatan bidang Tadris IPA menjadi program studi yang lebih spesifik, yaitu Program Studi Tadris Fisika dan Tadris Biologi.

Pada Tahun Akademik 2007/2008, Jurusan Tadris dipimpin oleh Kholid Musyaddad, S.Ag., M.Ag. sebagai Ketua Jurusan dan Najmul Hayat, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Sekretaris Jurusan, dengan Drs. Alfian, M.Pd. sebagai Ketua Program Studi Tadris/Pendidikan Fisika.

Selanjutnya, Program Studi Tadris/Pendidikan Fisika dipimpin oleh Dr. Boby Syefrinando, M.Si. pada periode 2014–2024, yang melanjutkan pengembangan tata kelola, akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama program studi. Pada periode 2025–2028, kepemimpinan dilanjutkan oleh Fibrika Rahmat Basuki, M.Pd., dengan arah pengembangan pada penguatan mutu akademik, relevansi kurikulum, kompetensi lulusan, serta jejaring kerja sama.

Perkembangan Akreditasi dan Kelembagaan

Perkembangan mutu Program Studi Tadris Fisika tercermin dari perjalanan akreditasi yang menunjukkan peningkatan secara berkelanjutan. Pada 2009, program studi terakreditasi C. Pada 2014, meningkat menjadi B berdasarkan Keputusan BAN-PT Nomor 483/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2014. Selanjutnya, pada 2020, memperoleh status Baik berdasarkan Keputusan BAN-PT Nomor 8377/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2020. Puncak perkembangan tersebut dicapai pada 2025, ketika Program Studi Tadris Fisika memperoleh peringkat Unggul berdasarkan Keputusan LAMDIK Nomor 1383/SK/LAMDIK/Ak/S/VIII/2025.

Sejalan dengan perubahan status kelembagaan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Program Studi Tadris Fisika terus berkembang di bawah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Dalam perjalanannya, program studi diarahkan untuk menghasilkan lulusan sebagai pendidik Fisika, peneliti, pengelola laboratorium, dan edupreneur, dengan memadukan kompetensi keilmuan Fisika, kependidikan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.

Dengan perjalanan tersebut, Program Studi Tadris Fisika terus berkomitmen mempertahankan capaian akreditasi Unggul dan meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama untuk menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, kompeten, dan berdaya saing.

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899