Jambi, 6 Mei 2025 – Dalam rangka memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21, Program Studi Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyelenggarakan workshop bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Mengidentifikasi dan Mengklasifikasi Miskonsepsi Peserta Didik”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Mei 2025 bertempat di GCR Ruang E303 dan diikuti secara antusias oleh seluruh mahasiswa Tadris Fisika.
Workshop ini menghadirkan narasumber ahli dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Jambi (UNJA), Wawan Kurniawan, S.Si., M.Cs., yang dikenal aktif dalam pengembangan teknologi pembelajaran berbasis AI serta penelitian di bidang pendidikan sains.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi Tadris Fisika, Fibrika Rahmat Basuki, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program penguatan literasi digital dan pedagogik mahasiswa. Beliau menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya AI, dalam dunia pendidikan, terutama untuk mengatasi permasalahan klasik dalam pembelajaran fisika seperti miskonsepsi.
“Sebagai calon guru fisika, mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan menganalisis kesalahan konseptual peserta didik. Melalui pendekatan berbasis AI, proses ini bisa dilakukan secara lebih efisien dan sistematis,” ujar Fibrika.
Hadir pula dalam kegiatan ini Sekretaris Prodi Tadris Fisika, Zainal Hartoyo, M.Pd., yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas pelaksanaan workshop. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin dalam rangka penguatan kurikulum dan pengembangan keterampilan mahasiswa.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menyampaikan berbagai konsep dasar mengenai Artificial Intelligence dan bagaimana teknologi ini mulai diterapkan dalam dunia pendidikan. Fokus utama disampaikan pada bagaimana AI dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi miskonsepsi peserta didik melalui analisis jawaban, data perilaku belajar, hingga pola respon dalam asesmen berbasis teknologi.
Selain materi teoritis, peserta juga diberi kesempatan untuk praktik langsung menggunakan perangkat lunak sederhana berbasis AI yang dirancang untuk mendeteksi miskonsepsi konsep dasar fisika, seperti gaya, gerak, dan energi. Mahasiswa terlihat antusias mencoba dan mendiskusikan potensi implementasinya dalam skenario kelas yang sebenarnya.
“Workshop ini membuka wawasan baru bagi kami tentang bagaimana teknologi bisa menjadi alat bantu dalam memahami cara berpikir siswa. Tidak hanya menarik, tetapi juga sangat aplikatif,” ujar salah satu peserta workshop.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi terbuka dan refleksi, di mana mahasiswa menyampaikan gagasan tentang pengembangan proyek media pembelajaran fisika berbasis AI sebagai tugas akhir mata kuliah. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan tetapi juga menjadi inspirasi konkret dalam pengembangan riset dan inovasi pembelajaran di lingkungan Prodi Tadris Fisika.
Dengan terselenggaranya workshop ini, Prodi Tadris Fisika FTK UIN STS Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan materi fisika dan pedagogik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi mutakhir.


