Kuala Tungkal, November 2021 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital, Pelatihan Pembelajaran Flipped Classroom diselenggarakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi bagi para guru di MAN 1 Kuala Tungkal. Kegiatan ini dilaksanakan pada November 2021, dengan Bapak Boby Syefrinando, S.Si., M.Si. sebagai ketua pelaksana, didampingi oleh anggota tim, yaitu Dr. Tanti, S.Si., M.Si. dan Dr. Titin Agustin Nengsih, S.Si., M.Si.. Beberapa mahasiswa juga turut serta dalam pelatihan ini, di antaranya Tiara Sukmawati (206172937) dan Nurdiansyah (206172928).
Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mempersiapkan para guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran flipped classroom, yang merupakan pendekatan inovatif di mana siswa mempelajari materi secara mandiri sebelum pertemuan tatap muka di kelas. Model ini memungkinkan pembelajaran lebih interaktif dan mendalam ketika guru dan siswa bertemu di kelas.
Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar flipped classroom oleh Bapak Boby Syefrinando, S.Si., M.Si. Beliau menjelaskan bagaimana teknologi dapat mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan bagaimana metode flipped classroom membantu siswa lebih mandiri dalam memahami materi.
Selanjutnya, Dr. Tanti, S.Si., M.Si. membawakan sesi tentang cara membuat video pembelajaran yang menarik dan bagaimana video tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari materi pratinjau siswa. “Video pembelajaran adalah komponen penting dalam flipped classroom, karena siswa dapat mengakses materi kapan saja dan mengulanginya sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Dalam sesi berikutnya, Dr. Titin Agustin Nengsih, S.Si., M.Si. memberikan praktik langsung kepada para guru tentang cara merancang kelas interaktif setelah siswa mempelajari materi di rumah. Ia juga menekankan pentingnya diskusi aktif dan pemecahan masalah di dalam kelas untuk memperdalam pemahaman siswa.
Selain dosen, beberapa mahasiswa turut ambil bagian dalam pelatihan ini, termasuk Tiara Sukmawati dan Nurdiansyah. Mereka memberikan pendampingan langsung kepada para guru dalam menggunakan teknologi untuk membuat konten digital, seperti video dan kuis interaktif. Mahasiswa juga berbagi pengalaman terkait penggunaan teknologi dalam pembelajaran mereka sehari-hari di perguruan tinggi.
Para guru yang hadir memberikan respon positif terhadap pelatihan ini. Salah satu peserta,Tiara Sukmawati , mengungkapkan bahwa model pembelajaran flipped classroom memberikan pandangan baru yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. “Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini karena kami dapat lebih memaksimalkan teknologi dalam pembelajaran dan membuat siswa lebih aktif,” ujarnya.
Di akhir pelatihan, Bapak Boby Syefrinando, S.Si., M.Si. berharap agar para guru bisa menerapkan metode flipped classroom ini secara berkelanjutan di sekolah. “Kami berharap setelah pelatihan ini, guru-guru di MAN 1 Kuala Tungkal dapat menerapkan flipped classroom dengan baik dan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif serta meningkatkan hasil belajar siswa,” tutupnya.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para guru di MAN 1 Kuala Tungkal dalam mengoptimalkan teknologi digital untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah mereka.

