Tadris Fisika
Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Tadris Fisika
Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Bimbingan Tugas Akhir Mahasiswa TIM Etnosains

           

Proses bimbingan mahasiswa tadris fisika dalam membuat fokus penelitian menjadi lebih terarah dan sesuai dengan keahlian dosen pembimbing. dalam prosesnya bimbingan dengan tema Etnosains. penelitian ini merupakan penelitian terbaru khususnya dalam menggabungkan pendidikan fisika dengan etnosains sehingga kemampuan siswa dapat beradaptasi dengan penelitian terbaru dan sangat mampu meberikan kontribusi yang maksimal terhadap kebaharuan penelitian pendidikan fisika dimasa depan. Etnosains berasal dari bahasa Yunani ethnos yang berarti ‘bangsa’ dan scentia yang berarti ‘pengetahuan’. Etnosains adalah intrepretasi dan pemahaman suatu kelompok masyarakat lokal tertentu yang asalnya dari norma dan kepercayaan yang mereka miliki. Etnosains didefiniskan sebagai suatu kegiatan mentransformasikan pengetahuan alam yang dilakukan oleh masyarakat mengenai fakta masyarakat yang bersumber dari nenek moyang berupa kepercayaan dan mitos turun temurun. Ahli lain menyebutkan bahwa etnosains merupakan pengetahuan yang berasal dari kebudayaan masyarakat dan mampu menjadi dasar untuk membangun sebuah realitas yang menekankan pada relasi antara budaya dan pengetahuan ilmiah modern. Etnosains merupakan salah satu cabang ilmu budaya yang mengkaji mengenai cara mayarakat lokal dalam memahami alam mereka berdasarkan ideologi dan falsafah hidup. Etnosains adalah sistem pengetahuan dan proses mental yang khas dari budaya tertentu. Etnosains merupakan salah satu bentuk dari etnografi baru karena membangun teori berdasar etno dan folk.

           

Dalam proses bimbingan skripsi maka ada beberapa pemahaman yakni tentang Pengetahuan asli masyarakat tradisional dalam memandang alam sekitarnya telah diabadikan dan terlihat dalam bentuk-bentuk simbol, adat istiadat, kepercayaan, dan konsep-konsep sosial yang belum terpetakan dalam sains ilmiah. Pengetahuan tersebut menjadi suatu kesepakatan yang diturunkan dari generasi ke generasi yang dilakukan secara tak resmi, tidak terorganisir secara struktur, terlebih kurikulum. Pengetahuan asli masyarakat mengenai alam mereka tidak sama dengan pengetahuan sains modern. Bedanya adalah jika pengetahuan asli masyarakat diturunkan dai generasi ke generasi, pengetahuan sains didapatkan melalui proses pembelajaran ilmiah, kerja ilmiah, dan didapatkan melalui metode dan langkah-langkah ilmiah. Pengetahuan asli masyarakat tersebut akan menjadi salah satu langkah awal bagi kerja sains ilmiah untuk memberikan pencerahan berupa kajian dan pembuktian berdasarkan keilmuan. Maka dari itu, karakteristik pengetahuan asli masyarakat adalah tidak terformulasikan sebagai sumber belajar. Boleh jadi bila terdapat catatan mengenai keilmuan dan pengetahuan mengenai alam, catatan-catatan tersebut bersifat sederhana. Selain itu, pengetahuan asli masyarakat didasarkan pada pengalaman yang belum pernah dikaji secara keilmuan yang sifatnya teknis atau sain.

Proses pembelajaran etnosains merupakan trobosan yang baik dan luar biasa bagi mahasiswa tadris fisika dan sangat sesuai dengan perkembangan zaman. harapan dari penelitian ini mahsiswa tadris fisika diharapkan mampu menjadi terobosan dalam meberikan revolusi dan kreativitas dalam belajar mngajar khususnya dalam dunia pendidikan dimasa sekarang dan masa depan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899